Archive for June, 2009

I love Jakarta…. at Night

Gila…. entah kenapa gwa suka banget kalo jalan2 di Jakarta pas malam hari, entah itu naik busway, naik bus, naik angkot, tetep aja gwa suka banget… rasanya kalau jalan-jalan pas di malam hari itu beda aja, seakan-akan kita melihat Jakarta dari sisi yang berbeda. Satu hal yang membuat gwa suka adalah “SEPI” gila enak banget duduk di angkot sendirian sambil memperhatikan gemerlap lampu malam di Jakarta. Gwa rasa kalau gwa duduk di dalam angkot begitu sambil nulis blog bisa jadi 1 novel kali ya ( lebay )… rasanya gimana gitu kalau duduk di angkot, sudah lah sepi, sendiri, dingin, tenang, lampu remang-remang ( kan lampu angkot + lampu jalanan warna kuning gitu ), beh suasananya benar-benar membuat larut dah dalam lamunan… Mungkin gwa termasuk manusia malam kali ya, rasanya kalau dah malam hari rasanya lebih semangat, lebih punya banyak ide dan lebih positif thinking…

neh hasil gambar2 comotan dari google… walaupun tak melihat gambarnya ga bisa membangkitkan perasaan yang gwa rasain saat ngeliat langsung, tapi lumayan la :)


udah ah cari bedak dolo, gila malam2 gini gatal… pertanda apa ini ? ada yang kangen kali ya wakakakaka

Mas, nasinya 1/4 aja

Sudah 2 kali gwa makan di warteg dekat kosan gwa, dan sudah 2 kali juga gwa dilayanin oleh mas-mas yang sama. Biasanya sih kalau makan pada saat malam hari yang ngeladenin itu mbak-mbak.

Nah, sudah 2 kali gwa makan di pagi hari dan dilayani oleh mas-mas ini, sebut saja mas bunga. Biasanya kalau pagi hari itu kan rasanya perut itu kenyang ( keiisi setengah ama angin kali ). Jadi pertama kali gwa bilang ke mas bunga ini supaya nasinya dikasih setengah aja dan mas bunga ini bilang “Iya…”. Tapi pas piringnya sampai di tangan gwa ternyata nasinya itu satu porsi bukan setengah porsi ( porsinya sama seperti yang biasa gwa pesen ).

Tapi ya secara sudah dikuahin jadi gwa makan aja deh tuh nasi, jadi pas bayar gwa juga ga bilang kalau itu nasinya setengah. Mungkin maklum lah, si masnya lagi pusing kali ato ga denger perkataan gwa.

Hari ini gwa coba lagi makan di situ, dan beruntungnya gwa ketemu mas yang sama lagi. Kali ini dengan suara lantang gwa bilang “Mas nasinya setengah aja ya !” dan mas bunga pun menyahut “Iya… !” gwa udah seneng aja kejadian dulu tak terulang, tapi pas piringnya nyampe ke gwa ternyata nasi nya tidak berubah seperti yang dulu, tetep banyak seperti 1 porsi bukan 1/2 porsi. Keknya besok gwa musti mesennya bilang “Mas, nasinya 1/4 aja… !”

Single Sign On, CAS, Josso, Crowd, OpenID, dan OAuth

Karena banyak yang minta dikirimin skripsi, sekarang udah gwa upload skripsi gwa. Silakan di download Klik Disini

Lagi pengen update blog, tapi bingung musti ngisi apa… pengen curhat tapi nanti pada tanya2 lagi… ya sudah lah daripada cerita-cerita ga jelas bagusan bahas tentang single sign on atau SSO…

Single sign on ini merupakan topik skripsi gwa tahun lalu… yah bisa dibilang semester kemarin secara gwa sedang menunggu wisuda hari sabtu ini… ( sambil menunggu bak cang juga dari pekanbaru… ea ).

Sebelum bahas kedalam-dalam bahas dolo deh pengertian dari Single Sign On. Sebenarnya gwa juga bingung musti mengartikan dalam kata-kata, intinya sih dengan single sign on kita dapat membuat user hanya perlu melakukan login sekali untuk dapat mengakses aplikasi-aplikasi ( dalam hal ini bisa saja web atau aplikasi desktop) yang berbeda dan yang tentu saja pada server yang berbeda… Kalau pengen tahu lebih jelas cek di wikipedia saja http://en.wikipedia.org/wiki/Single_sign-on. Untuk contoh realnya bisa liat yahoo messenger, ketika kita login di yahoo messenger ketik kita masuk ke web mailnya untuk mengecek email, kita tidak perlu melakukan login lagi karena kita sudah login melalui yahoo messengernya. Jadi itu adalah salah satu contoh Single Sign On.

Nah, untuk membuat teknologi Single Sign On ini tidaklah sulit, karena sekarang telah tersedia banyak teknologi, framework yang open source dan commercial. Beberapa framework dan teknologi itu antara lain :

Dari beberapa pilihan tersebut yang sudah pernah gwa coba cuma CAS dan Josso. Pada akhirnya pilihan gwa jatuh kepada CAS. Alasan utama kenapa gwa memilih CAS sangatlah simple yaitu karena paling gampang dipakai…

Tapi walaupun gampang dipakai ternyata CAS cukup handal juga untuk dipakai sebagai framework Single Sign On. Buktinya adalah banyaknya plugin yang dapat membantu kita jika ingin mengintegrasikan CAS ke aplikasi web lain ( misalnya ingin mengintegrasikan aplikasi web ASP dengan aplikasi web PHP )…

Jadi pada skripsi gwa, gwa diharuskan mengintegrasikan beberapa aplikasi web dan desktop antara lain portal ( menggunakan Joomla ), blog ( menggunakan wordpress MU ), messenger ( menggunakan spark ), dan forum ( menggunakan fireboard dan terintegrasi dengan joomla ). Sementara untuk databasenya sendiri menggunakan Open Lightweight Directory Access Protocol ( OpenLDAP )…

Sebelum membahas lebih lanjut gwa akan menjelaskan sedikit tentang framework CAS ini dahulu. CAS adalah sebuah framework untuk Single Sign On yang dibuat dengan bahasa Java atau lebih tepatnya JSP. Jadi CAS ini dapat dikatakan sebuah aplikasi web yang digunakan untuk meng-handle autentikasi nantinya ( sebagai pintu gerbang autentikasi nantinya ). Oleh karena itu setiap kita ingin melakukan autentikasi maka kita akan diredirect ke server CAS ini dan baru nantinya akan diredirect kembali ke aplikasi.

Kemudian yang menjadi pertanyaannya adalah bagaimana caranya aplikasi dapat mengetahui bahwa user tersebut telah melakukan login atau tidak. Konsep kerja CAS sebenarnya menggunakan Ticket Granting dimana ketika user melakukan login, user akan diberikan ticket ( dalam hal ini tersimpan dalam cookies ) yang nantinya digunakan untuk mengautentikasikan user pada setiap aplikasinya. Jadi nantinya di setiap aplikasi akan dilakukan pengecekan dari ticket yang telah diberikan oleh CAS tersebut.

Mungkin nanti gwa bakal bikin tutorial untuk CAS ini karena ada rencana pengen nyoba-nyoba CAS versi terbaru. Tapi selain itu gwa juga pengen nyoba teknologi baru yang hampir mirip dengan SSO yaitu OpenID dan OAuth. Dari hasil membaca-baca sedikit gwa menarik kesimpulan bahwa OpenID dan OAuth adalah sebuah konsep dimana kita dapat menggunakan username kita di aplikasi lain tanpa aplikasi tersebut mengakses database username kita. Yah mungkin hampir mirip dengan konsep SOAP, tapi gwa sendiri belum mendalami SOAP, OpenID dan OAuth. Mungkin nanti gwa bakal posting hasil researchnya.