Maaf Karena Saya Unfollow Kamu

Bulan Juni telah tiba dan tak terasa tahun 2010 sudah berjalan 6 bulan ( bener2 ga terasa sama sekali ). Karena berhubung ini bulan baru maka kembalilah ke rutinitas update blog lagi ( 1 bulan sekali ).

Hari ini gwa melakukan sebuah dosa besar yaitu UNFOLLOW seorang temen gwa di twitter, mungkin terdengar sedikit lebay dan beraroma alay. Sebelum gwa melakukan dosa tersebut gwa sempat termenung 10 menit sambil ngeliatin tombol unfollow dan berharap tombol itu berubah jadi tombol Mute without Unfollow. Mungkin memang sebaiknya Twitter menyediakan sebuah fitur dimana kita filter tweet yang kita butuhkan ( sebenarnya gwa udah sempat googling dan cari tentang twitter filter tapi ternyata hanya ada di aplikasi2 desktop dan gwa malas install2 lagi ).

Back to primary reason kenapa gwa sampai memutuskan untuk unfollow. Jadi Awalnya gwa juga ga suka main Twitter. Yang ada di pikiran gwa saat itu adalah : “alah, napaen twitter sih, ga jelas banget. pasti cuma liatin status orang ga jelas, mendingan facebook aja, ada foto,video,dkk”. Tapi ternyata Twitter punya suatu kelebihan tersendiri, dan ternyata itu cocok sekali dengan kebutuhan gwa yaitu gwa bisa dapat informasi-informasi terbaru langsung dari developer-developer luar negeri.

Kalau kata internet sih ada beberapa tipe orang yang nge-Tweet yaitu orang yang pengen eksis, orang yang pengen ngiklan, orang yang pengen jadiin Twitter sebagai news feeds. Dan gwa termasuk orang yang menggunakan Twitter sebagai news feeds. Jadi gwa suka follow developer-developer luar negeri yang suka nge-Tweet apikasi-aplikasi / teknologi baru. Nah mungkin kalau tweet kamu diganti jadi lebih tech-addict mungkin saat ini saya masih jadi follower kamu, contohnya “Lagi makan xxx sambil nyoba MongoDB, wah ternyata MongoDB punya fitur bla2” atau “Mau ke xxx buat hacking some xxx framework core dengan route object bla2”

Jadi maaf jika kamu tersinggung karena saya unfollow kamu, bukannya saya sombong, saya benci dengan kamu, ga suka gaya kamu, ga suka tweet kamu, ga suka kamu nge-tweet , tapi mungkin ini adalah pilihan terbaik untuk sekarang.

Mungkin kalau kita terlahir kembali dan gwa berakhir bukan seorang yang suka tech, mungkin saya akan jadi follower kamu lagi. Tapi untuk sekarang, mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Comments