All posts in My Stories

Sydney PHP Group

Sydney PHP Group or sydphp is a PHP community in Sydney, Australia. I found the website when I was reading an article in Graham Weldon’s blog. Graham is one of the CakePHP core team and also the organisers of Sydney PHP Group.

From what I read, it’s said that they run regular meetings in the city. But when I clicked it, it didn’t show any histories or upcoming events ( maybe they not runs it regularly as they said ). That’s fine at least I found already one of the PHP community in Australia, yay :) plus it has the job vacancies post in it ( so I think I won’t have any difficulty to find any freelancer job if I were in Sydney ). :D

First post in August 2010

Hmm it’s August already and that’s mean my time in Binus is just two months left. Yeah, my contract will be ended on 31st October ( I hope so :P ). There are so much experiences that I got while working in Binus, not mentioning the technical experiences but more about the life experiences.

The last 3 weeks I was busy taking my IELTS preparation course, it’s teach you to get accustomed to the IELTS test. The course has 4 parts : the speaking ( in which I needed the most ), the writing ( I have difficulties to write in Indonesian but now I have to write in English, damn ), the reading and the listening. The parts that I most feared are the speaking and the writing ( that’s why I am practicing right now by writing my blog post using English :P ). The IELTS course will be over on 23rd August and that’s mean I have to take the test in September or October so that I can start to looking for the universities in November and December ( I hope it’s not late ).

To tell you the truth, actually I feel a bit scared and not sure if my decision right now is the best. It’s just funny because I remembered that I was so sure about my plan to study abroad. I remembered how I convince my mother about my plan. At first she didn’t agree, she prefer that I continue my study in Singapore because she said it’s closer than Australia. But my father is different, he looks happy when I told him that I want to continue my study. I know that my father put so much faith in me, my sister told me that my father keep telling his friends about my plan to continue my study in Australia. From that I can conclude that he is hoping something big from me, I am happy to heard that and at the same time feel burdened because it’s all my choice to study abroad and my father give all the decision up to me. How if I can’t be what my father wanted me to be ? How if in the end I just ended up wasting his money ?

Maybe it’s just a pessimistic side of me, but after working for about one year and several months has made me questioned several things. The first is what I want to achieve and to do in this life. I keep asking my friends about this question : “What is the differences between you die now and later ?” Some said with the religious point in view in which he said that if you die now, you will ended up to a place that you shouldn’t been to. Others said that you can’t paid back for what your parents had gave to you, and there is also ‘confucius’ alike opinion : “You must find it by yourself, as long as you keep living, you will find your purpose eventually”.

The second is about the reason why I should take my master degree and abroad. First time I decided to take the master degree is because I already completed my bachelor and I think it will be better if I can continue it to master. So simple, no particular reasons such as for getting good job or showing people that I have money to take my master degree. Time goes by, I started working, feels how to live by your own feet, see how other people struggling with their problems and realize how lucky I am. I am happy to be lucky, I am happy that I have a chance to continue my study abroad but it’s feels like taking another people luck. I am thinking at the moment that maybe I don’t deserve this, why not my sister ? why not my brother ? why me ?

The third is, let’s say I continue my study abroad, after wasting so much money and in the end I can’t pay back what I already wasted. One of my friend in my IELTS course said that if you decided to study abroad, don’t ever think to return to Indonesia before you can pay back what you had wasted. And it’s not included with the plan if I am getting married.

I think right now I just full of confusion, lack of planning, motivation, and reasons. So let’s living this life and wondering what surprise I’ll get next.

Eclipse Democamps 2010

Kemarin tanggal 10 Juli 2010 gwa baru saja ikut Eclipse Democamps 2010. Yah sebenarnya gwa ga tau ini termasuk seminar, meet up atau promosi eclipse tapi berhubung gwa adalah pengguna Eclipse semenjak beberapa bulan lalu maka gwa iseng-iseng datang ke acara ini.

Perjalanan dimulai dari kosan gwa dengan ditemani sang kekasih yaitu adinda Riani yang imut dan bulat seperti bola ping pong ( nyungsep dolo sebelum kena granat ). Sebenarnya kami rada telat berangkatnya ( kira-kira jam 9:30 ) sementara acaranya jam 10:00 dan ditambah lagi gwa dan riani ga tau jalan sekali kesana.

Dibekali dengan insting hewani maka kami nekat berangkat dan ternyata berakhir dengan muter-muter di sudirman. Sebenarnya gwa tau persis itu posisi gedung stock exchange ( setelah dikasih tau riani ) tapi emang jalan sudirman kalau mau muter balik rada ribet jadi berakhir lah kami jalan-jalan hampir setengah jalan sudirman. ( bagi yang sudah lama malang melintang di jalan sudirman pasti sudah tau la )

Setelah sampai tempat parkir motor adinda Riani sempat merasa kesal gara-gara kami rada telat sampenya ( kira-kira jam 10:18 ) dan sepertinya kami salah markir motor. Tapi ternyata setelah kami tanya ke satpam yang bertugas ternyata kami tidak salah parkir motor dan gedung stock exchangenya berada di sebelah tempat kami parkir motor ( dan riani yang tadi kesel seperti mesin diesel berubah menjadi senang seperti mesin benang ).

Gambar Riani Cemberut

Gambar Riani Cemberut

Cukup cerita tentang masalah dalam negeri, kita lanjut dengan cerita tentang acaranya. Ketika kami datang ternyata acaranya belum dimulai dan yang datang kok lebih sedikit dari yang diperkirakan ( kira-kira ada 30 orang saja ). Saat itu ada seorang bapak dari microsoft tengah berbincang-bincang dengan para peserta ( maaf ya pak saya lupa nama bapak ) –> setelah dikasih tau ternyata nama bapaknya Risman Adnan.

Dari perbincangan singkat bapak itu, gwa dapat menarik kesimpulan bahwa ternyata sang bapak kerja di microsoft ( ya iyalah ) dan dalam perbincangan singkat, bapak tersebut meng-encourage para peserta agar bisa buka bisnis sendiri serta tidak mempunyai mental karyawan. ( si bapak banyak menceritakan keluh kesahnya jika umur sudah tua, punya anak dan “gampang”nya buka bisnis )

Selesai dengan seminar motivasinya ( arigatou bapak microsoft ) kemudian dilanjutkan dengan acara intinya. Acara pertama dimulai dengan presentasi cara mengintegrasikan Eclipse Helios dengan Team Foundation Server ( version control punya microsoft ) yang dibawakan oleh pak Ronald Rajagukguk. Namun dikarenakan gwa sudah jatuh cinta dengan Git maka gwa ga gitu tertarik untuk mencobanya, tapi lumayan buat tambah ilmunya ( terima kasih pak Ronald Rajagukguk dari microsoft atas ilmunya).

Selesai makan siang baru dilanjutkan lagi dengan presentasi tentang Eclipse Helios yang dibawakan oleh pak Frans Thamura dari Meruvian Foundation. Presentasi yang dibawakan oleh pak Frans termasuk singkat dan lebih banyak “belajar sendirinya”. Dan dari presentasi “belajar sendiri” ala pak Frans maka yang bisa gwa simpulkan adalah :

Eclipse Helios ga berbeda jauh dengan Galileo tapi ada tambahan fitur market placenya ( udah kek main age of empire aja pake market ) dan fitur-fitur lainnya yang tidak sempat dijelaskan.

Setelah presentasi “belajar sendiri”, acara dilanjutkan dengan presentasi tentang Android dengan menggunakan Eclipse dan ditutup dengan presentasi tentang BlueOxygen yang ‘kayaknya’ merupakan sebuah IDE yang memungkinkan kita membuat design UI Java seperti di VB ( wah cocok buat gwa yang baru mo pegang Java).

Overall menurut gwa acaranya cukup asik karena tempatnya enak ( microsoft gitu loh ), dapat makan ( padahal gwa ampir desperate mo cari makan dimana ), dapat ceramah tentang pandangan orang-orang yang lebih berpengalaman di dunia IT terutama bertemu dengan pak Frans Thamura.

Secara pribadi gwa belum pernah ikut seminar, meet up atau acara-acara open source lainnya. Salah satu acara open source yang selama ini ingin gwa ikutin adalah CakeFest ( semacam seminar tentang CakePHP Framework). Tapi apa daya, uang ga punya, acaranya jauh di chicago jadi terpaksa mencari-cari konferensi PHP yang dekat.

Cake Festival

Cake Festival

Tetapi sejauh mata memandang gwa belum pernah menemukan konferensi PHP atau meet up PHP di Jakarta khususnya yang membahas tentang advance teknologi PHP ( yah kalau basic PHP, Joomla, Drupal, WordPress mungkin banyak ya ). Gwa sih pengennya ngumpul-ngumpul dan omongin tentang teknologi PHP yang terbaru seperti PHP 5.3, fitur namespacenya, Unit Test, Test Driven Development, NoSQL database seperti Mongo dan Couch, framework-framework lainnya.

Jadi gwa cukup salut dengan pak frans yang mungkin dapat dikatakan “gila” dengan Open Sourcenya dan berusaha menebarkan kegilaan tersebut melalui komunitas-komunitas yang dia buat. Sementara gwa disini hanya menunggu orang-orang untuk membuat sebuah komunitas dan mempertanyakan kenapa tidak ada komunitas seperti itu, tapi di sisi lain pak Frans malah giat membuat komunitas-komunitas ( bagus pak, tingkatkan terus perjuangan bapak. saya ikutin saja dari belakang :P ). Jadi sekarang saatnya mencari-cari PHP conference di Jakarta :)

Maaf karena saya unfollow kamu

Bulan Juni telah tiba dan tak terasa tahun 2010 sudah berjalan 6 bulan ( bener2 ga terasa sama sekali ). Karena berhubung ini bulan baru maka kembalilah ke rutinitas update blog lagi ( 1 bulan sekali ).

Hari ini gwa melakukan sebuah dosa besar yaitu UNFOLLOW seorang temen gwa di twitter, mungkin terdengar sedikit lebay dan beraroma alay. Sebelum gwa melakukan dosa tersebut gwa sempat termenung 10 menit sambil ngeliatin tombol unfollow dan berharap tombol itu berubah jadi tombol Mute without Unfollow. Mungkin memang sebaiknya Twitter menyediakan sebuah fitur dimana kita filter tweet yang kita butuhkan ( sebenarnya gwa udah sempat googling dan cari tentang twitter filter tapi ternyata hanya ada di aplikasi2 desktop dan gwa malas install2 lagi ).

Back to primary reason kenapa gwa sampai memutuskan untuk unfollow. Jadi Awalnya gwa juga ga suka main Twitter. Yang ada di pikiran gwa saat itu adalah : “alah, napaen twitter sih, ga jelas banget. pasti cuma liatin status orang ga jelas, mendingan facebook aja, ada foto,video,dkk”. Tapi ternyata Twitter punya suatu kelebihan tersendiri, dan ternyata itu cocok sekali dengan kebutuhan gwa yaitu gwa bisa dapat informasi-informasi terbaru langsung dari developer-developer luar negeri.

Kalau kata internet sih ada beberapa tipe orang yang nge-Tweet yaitu orang yang pengen eksis, orang yang pengen ngiklan, orang yang pengen jadiin Twitter sebagai news feeds. Dan gwa termasuk orang yang menggunakan Twitter sebagai news feeds. Jadi gwa suka follow developer-developer luar negeri yang suka nge-Tweet apikasi-aplikasi / teknologi baru. Nah mungkin kalau tweet kamu diganti jadi lebih tech-addict mungkin saat ini saya masih jadi follower kamu, contohnya “Lagi makan xxx sambil nyoba MongoDB, wah ternyata MongoDB punya fitur bla2″ atau “Mau ke xxx buat hacking some xxx framework core dengan route object bla2″

Jadi maaf jika kamu tersinggung karena saya unfollow kamu, bukannya saya sombong, saya benci dengan kamu, ga suka gaya kamu, ga suka tweet kamu, ga suka kamu nge-tweet , tapi mungkin ini adalah pilihan terbaik untuk sekarang.

Mungkin kalau kita terlahir kembali dan gwa berakhir bukan seorang yang suka tech, mungkin saya akan jadi follower kamu lagi. Tapi untuk sekarang, mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Berkenalan

Sebenarnya gwa sudah sering sih nyamperin orang trus ajak ngomong dan sekedar bertukar cerita, salah satunya yang sering gwa lakukan adalah berbicara dengan supir taksi,supir angkot dan tukang ojek. Banyak cara yang biasanya gwa lakukan untuk memulai pembicaraan, mulai dari tanya ini mobil taksi baru apa kaga, tanya udah berapa lama jadi supir taksi, mengkomentari nama supir taksinya, tanya-tanya soal kerja jadi supir taksi dan banyak hal-hal lainnya.

Tapi walaupun gwa sudah fasih / sering berkenalan dan ajak ngobrol orang-orang ada satu hal yang masih gwa takuti sampai sekarang yaitu ngajak ngobrol cewe yang kira-kira seumuran. Tapi itu sebenarnya juga bukan tanpa alasan, karena biasanya cewe2 itu jarang jalan sendiri, entah dia bawa saudaranya, bawa temennya, bawa cowoknya, bahkan bawa anjingnya juga. Jadi gwa kadang-kadang jiper juga sih buat ajak ngobrol dan ajak kenalan karena jurus-jurus maut yang pakai buat supir taksi ga mungkin gwa lancarkan ke cewe-cewe.

Satu kali gwa pernah bertanya dengan temen gwa tentang kenalan dengan cewek. Kira-kira begini perbincangannya :

  • Gwa : eh Bud, kira-kira berapa % ya kemungkinan kita kena tampar cewek kalau kita tiba2 samperin trus ajak kenalan.
  • Budi : Kalau itu mah 0 %. Kecuali lu cium itu cewek, tapi walaupun lu cium keknya kemungkinannya juga ga 100 % deh soalnya pasti ada cewek yang shock, mata berkaca-kaca trus berlari-lari sambil bertanya-tanya emang dia mimpi apa kemarin ( diceritakan dengan gaya berbicara, gerakan mata dan gerakan tangan Budi yang khas ).
  • Gwa : hohoho bener juga sih… ( emang si Budi terkenal gilanya ).

Satu-satunya kisah sukses gwa pernah ajak kenalan cewe adalah ketika gwa naik travel dari bandung ke jakarta. Waktu itu gwa ditemenin temen gwa yaitu Yani. Saat itu gwa duduk di paling belakang, nah tempat duduk paling belakang itu terdiri dari 3 kursi, jadilah gwa duduk ama seorang cewe di sebelah kanan gwa dan Yani di sebelah kiri gwa.

Selama perjalanan sih gwa berusaha menahan diri untuk tidak kenalan ( malu sih ) , jaga jarak dengan dia dan cuma ngobrol ama Yani doank. Trus ketika busnya berhenti buat istirahat ( entah di KM berapanya cipularang gwa lupa2 ingat ) gw turun buat buang air kecil, dan ternyata dia ikut turun menemani gwa ( waduh neng, abang ga usah ditemenin bisa sendiri kok ), wakaka udah PD banget gwa…

Ketika gwa selesai dari WC gwa kembali ke bus, ternyata dia blom balik dari WC dan sisa gwa,Yani dan ada ibu-ibu di depan gwa. Di dalam track record gwa belom pernah ada Ibu-ibu yang ga bisa gwa taklukkan ( sekalian buat pemanasan ) , jadi gwa mulailah pembicaraan :

  • Gwa : “wah anaknya bu ?” ( sambil nunjuk anak yang lagi digendong sang ibu )
  • Ibu-ibu : *dengan malu2nya “wah bukan, ini cucu saya… saya udah tua begini masa ini anak saya”
  • ( wakaka gwa sempat speechless karena keknya salah ngomong, tapi karena sudah kepalang basah lanjut lagi ).

Trus gwa lanjut pembicaraan :

  • Gwa : “oh emang ngapain ke jakarta bu ? abis jalan-jalan dari Bandung ya ?”
  • Ibu-ibu : “oh bukan, saya mau jemput anak saya di Jakarta, katanya mau melahirkan di Bandung”

kemudian pembicaraan berlanjut dan si Ibu-ibu bercerita panjang lebar soal keluarganya dan sampai suatu saat dia bertanya :

  • Ibu-ibu : “adik sendiri ngapain ke bandung ?”
  • Gwa : “oh saya diutus dari kantor buat bikin website untuk dikti di bandung bu”
  • Ibu-ibu : ( mengkerutkan dahi dan memasang tampang bingung lalu berkata ) “oh begitu ya”
  • ( gwa yang sudah tau si Ibu sudah tidak mengerti apa yang gwa bicarakan berusaha mencari topik lain, tapi ternyata pembicaraan kami terpotong karena si cewe ternyata sudah kembali dari WC dan mau naik ke bus )

Jadi kita sudahi pembicaraan tentang si Ibu dan kita lanjutkan pembahasan tentang si cewe. Setelah gwa pemanasan dengan ngobrol dengan si Ibu, gwa berusaha untuk ajak kenalan si cewe. Tapi jujur, untuk kenalan dengan cewe sepertinya butuh keberanian yang 1000x lebih banyak dibandingkan ajak kenalan ibu-ibu atau supir taksi.

Jadi mulailah gwa berpikir cara untuk ajak kenalan, mulai dari pura2 tertidur di pundak dia ( ini extrim banget sih jadi ga gwa lakukan ), ajak kenalan langsung ( takut dia pikir gwa playboy ), dan akhirnya terlintas di kepala gwa untuk pinjam tisu. Tapi jika pinjam tisu sepertinya kurang seru dan kelihatan sekali gwa cuma mencari alasan maka disinilah dimulai sandiwara gwa.

Cara yang gwa lakukan saat itu adalah pura-pura mengkucek-kucek mata seperti kelilipan dan melepas kacamata gwa, trus gwa pura-pura minta tisu ke Yani ( gwa yakin Yani ga punya tisu jadi gwa minta ama dia wakakakak ) dan ternyata benar, Yani ga punya tisu.

Setelah bertanya ke Yani gwa dengan cepatnya berbalik badan ke arah kanan dan bertanya dengan si cewe :

  • Gwa : “eh punya tisu ga ?”
  • Dia : “wah ga punya”
  • Gwa : “oh ya udah. emang ada urusan apa ke jakarta ?” ( disinilah mulai pembicaraan kami )
  • Dia : bla2x bercerita panjang lebar.

Akhirnya dari pembicaraan itu gwa tau dia ternyata adalah anak perhotelan yang balik ke Jakarta untuk urus paspor ( dia asli Jakarta dan tinggal di Jelambar ). Dia urus paspor karena dia ingin kerja di Dubai ( sedikit banyak gwa mulai mengerti geografi arab saudi setelah dijelaskan oleh dia, karena selama ini gwa menganggap Dubai itu adalah sebuah negara sendiri ). Jadilah kami ngobrol panjang lebar di travel tersebut dan seperti kebiasaan gwa kalau ngajak ngobrol orang adalah “Tidak Pernah Tanya Nama”. Jadi pada akhir kami berpisah pun gwa tidak pernah tau nomor hpnya, tau facebooknya, dan bahkan tidak tau namanya.

Mungkin gwa mulai harus memperbaiki cara gwa ngajak ngobrol dengan mulai dengan menanyakan nama terlebih dahulu, karena akhir2 ini gwa juga pernah ngobrol dengan orang yang sama-sama ngantri tiket di 21 Taman Anggrek. Dan seperti biasa, gwa tidak pernah tau nama dari lawan bicara gwa ( tapi yang kali ini cowo sih, not interested juga sih, buat hapus kebosanan pas ngantri aja ).

Selain itu sabtu kemarin gwa juga baru ngajak ngobrol Mas Ogah ( itu yang biasa berdiri di pertigaan kosan gwa untuk bantu mobil belok2 aja ). Jadi gwa ketemu dengan si Mas Ogah ini ketika gwa makan di Heroy dekat kos gwa. Gw mengenali mas ini karena dia sering bantuin ibu-ibu pelangi ( nama tempat makan dekat kos gwa ) untuk belanja-belanja keperluan. Jadi dimulailah pembicaraan kami, kira-kira begini :

  • Gwa : “mas yang sering bantuin ibu pelangi ya ?”
  • Mas-mas : “iya bener, mas yang biasa pertama makan disana ya ?”
  • Gwa : ( waduh ga nyangka juga ternyata dia ingat, dan walaupun tampangnya preman tapi ga nyolot ) “Iya bener mas, biasanya pagi-pagi saya makan disana.”

Trus panjang lebarlah kami berbicara, tapi terlihat dari cara dia berbicara sepertinya dia tidak begitu nyaman ngobrol dengan gwa, terlihat dari cara dia menjaga kata-kata dan raut wajah yang seperti kebingungan ( mungkin dia masih sedikit shock tiba-tiba gwa ajak ngobrol ). Tapi at least gwa sudah berusaha untuk menghilangkan image sombong yang membuat dia shock ketika gwa ajak ngobrol.

Yah kira-kira begitulah sepenggal cerita gwa tentang berkenalan dengan orang, sebenarnya tulisan ini tanpa tujuan sih hohoho ( cuma ingin melepas penat daripada coding terus ). Sebenarnya gwa masih banyak cerita tentang berkenalan dengan orang-orang tapi sepertinya kurang menarik jika diceritakan sekarang :) mungkin lain kali saja kalau ketemu moment yang pas dan mood yang pas :D

Ngalor ngidul di malam hari

Mengumpulkan mood untuk menulis blog itu tidaklah mudah, dan hal itu sangat terbukti di postingan gwa kali ini. Gwa udah ga bisa hitung berapa kali gwa menekan tombol logout di kanan atas karena tiba-tiba blank alias ga tau musti nulis apa, dan gwa juga ga bisa ngitung berapa banyak draft post yang gwa delete karena gwa tiba2 kata-kata yang seliweran di kepala hilang seperti kentut yang menguap.

Entah sejak kapan gwa sebegitu memperhatikan setiap kata yang gwa tulis di blog ( padahal yang baca aja kaga ada ), mungkin ini efek karena gwa kebanyakan baca blog orang-orang melan kali ya… gwa begitu tercengang dengan bagaimana caranya mengemas setiap kata-kata, setiap paragraf menjadi sesuatu yang bermakna sehingga bisa membuat gwa yang antara sedang ngantuk + sedikit melan jadi ikut2an pengen nulis sesuatu yang “menggetarkan”.

Tapi daripada semua itu sebenarnya gwa lebih suka nulis sesuatu yang lucu, tidak serius, tidak memotivasi, tidak mempermalukan diri sendiri, tidak curhat dan bermanfaat bagi orang lain. Namun apa daya, terlahir dan didakwa sebagai orang plegmatis ( yang katanya ada 10% melan, 10% sang, dan 10% chol ) yang menganggap semua biasa membuat gwa sendiri kehilangan daya untuk mengeluarkan banyolan dan kegilaan gwa dalam bentuk tulisan. Yah walaupun gwa dinilai oleh teman2 gwa termasuk orang yang sedikit “gila” dan suka membual tapi kalau sudah masuk dalam blog maka gwa akan berubah menjadi anak kucing yang lucu dan imut.

Wujud gwa ketika nulis blog

Cukuplah dengan pembukaan yang ga penting, sekarang kita masuk ke inti ceritanya… Yah sebenarnya gwa juga bingung mo cerita apa. Mau nulis tentang eclipse dan node.js tapi lagi ngantuk jadi males nulis yang berat… Mau nulis tentang pacar tapi lagi ga ada bahan buat ceritaan… Jadi daripada ga ada cerita gwa cerita tentang keadaan gwa sekarang aja deh…

Sudah hampir setahun gwa bekerja di Binus, yah akhir bulan April ini gwa bakal genap setahun bekerja di Binus dan akhir bulan April ini genap juga kontrak gwa habis di Binus. Tapi satu hal yang gwa anggap aneh adalah waktu yang berjalan begitu cepat, sepertinya gwa bisa mengingat dengan jelas di hari pertama gwa masuk kerja… dengan kemeja putih, sepatu pantofel, tas biasa, muka alim dan dikenalin dengan karyawan-karyawan di ATL yang sebenarnya beberapa sudah gwa kenal ( yah karena gwa skripsi di sana ).

Gwa di hari pertama kerja, yah sedikit lebih putih dan sedikit lebih asia lah daripada di foto

Setelah perkenalan itu mulai lah perjalanan gwa sebagai seorang Network Administrator di ATL, sebuah dunia yang benar2 baru dan gwa benar2 ga ngerti jaringan walaupun gwa anak jaringan. Mungkin gwa termasuk beruntung/sial karena saat gwa masuk bertepatan dengan terjadinya gejolak di ATL dikarenakan kepala IT sebelumnya yaitu Pak Har diangkat menjadi rektor sehingga terjadi gonjang ganjing kira-kira siapa yang bakal menggantikan posisi beliau dan dapat duduk di kursi panas.

Hal itu sedikit banyak mempengaruhi job desc gwa karena merasa sepertinya gwa tidak ada pekerjaan yang benar-benar crucial yang gwa handle. Dan hari ini tepat 11 bulan 19 hari gwa bekerja di Binus, pertanyaan selanjutnya adalah apakah gwa akan melanjutkan kontrak gwa di Binus ? kemungkinan besar tidak, karena gwa sudah punya rencana-rencana lain yang ingin gwa lakukan selama 1 tahun ke depan. Ya sudah lah cukup lah ngalor ngidulnya, tar detailnya gwa post lain kali aja kalau “panas” tiba2 lagi :)

Capo buatan sendiri atau emergency capo

Beberapa hari ini bawaannya ngantuk terus neh, udah minum kopi tapi efeknya cuma sebentar aja. Keknya gara2 efek gwa tidur pagi trus neh dan ga olah raga 1 minggu ini. Tapi sekarang lagi seger abis meneguk kopi nescafe classic yang kata temen kerja gwa rasanya kek coklat ( sapa suruh masukin 1 sendok makan, 1 sendok teh aja dah asem ).

Kali ini gwa akan cerita tentang Capo. Pada blom tau Capo ? hmmm sebenarnya gwa juga ga tau menjelasinnya gimana, soalnya gwa juga masih pemula juga soal ini.

Intinya Capo adalah sebuah alat yang dipasangkan di senar gitar untuk menaikkan nadanya gitu deh, jadi di gitar kan kita kenal istilah fret-fret, nah Capo ini diletakkan di fret-fret tersebut untuk menaikkan nada 1 fret, 2 fret, dst. Untuk lebih jelasnya penampakannya ada dibawah ( hasil copy paste dari google ).

capo

capo

Capo

Nah yang akan gwa tunjukin disini buat Capo keren kek begitu, tapi lebih ke Capo home-made atau buatan sendiri. Tapi kalau anda berminat membeli Capo itu sih harganya sekitar Rp.30.000 kalau gwa ga salah tanya ( soalnya cewe gwa bilang harganya Rp.160.000 ribu di kaskus ).

Yah sudah cukup la intronya, jadi sekarang kita akan langsung masuk ke menu utamanya yaitu membuat Capo. Bahan2 yang dibutuhkan antara lain :

  • Karet yang banyak.
  • Pena ( kalau gwa sih pake faster )
  • Iman yang kuat.

Setelah mengumpulkan bahan2 diatas tinggal dirakit aja itu Capo ke gitar kesayangan anda seperti gambar dibawah ini :

my capo in guitar

my capo on guitar

my capo in guitar

my capo on guitar

yah kira-kira begitulah membuat home made capo atau emergency capo, yah sapa tau tiba2 mau manggung tapi ga bawa capo atau tiba2 harus jadi pengamen dak2an gara2 kecopetan di bus. Cukup dengan pena dan karet maka jadilah sebuah capo senilai Rp.30.000 ( atau Rp.160.000 di kaskus ). Selamat mencoba :D

Memories…

Tanpa tersengaja tiba2 foobar di komputer gwa memainkan lagu maroon 5 dengan judul she will be loved, dan entah kenapa setiap gwa mendengar lagu itu gwa selalu teringat akan saat2 gwa berada di dalam mobil saudara gwa dan dalam perjalan pulang ke rumah mereka ketika gwa baru 1 minggu di Jakarta. Yah gwa baru 1 minggu di Jakarta, masih culunnya, masih cupunya, masih manjanya, masib bodohnya, dan masih2 yang lainnya.

Masih teringat jelas di ingatan gwa, posisi dimana gwa duduk dan mendengarkan lagu itu untuk pertama kalinya ( dan mengagumi betapa bagusnya lagunya pada saat itu ). Jika dilihat ke belakang ternyata banyak hal yang sudah terjadi, banyak hal yang sudah berubah, banyak hal yang gwa sesali, banyak hal yang gwa banggakan dan tentu saja banyak hal yang harus gwa kejar lagi.

Terkadang gwa selalu merasa orang yang tidak berguna dibandingkan orang lain, tetapi jika gwa lihat keadaan orang lain yang nasibnya kurang beruntung, tidak punya ruang lagi untuk berkembang dan mengejar kehidupan yang lebih baik maka gwa rasa keadaan gwa sekarang sudah cukup baik. Masih banyak hal yang masih gwa lakukan, gwa capai lagi.

Terkadang juga gwa merasa iri dengan orang lain, yah namanya juga manusia, tapi biasanya itu tidak berlangsung lama karena gwa pernah membaca sebuah artikel yang intinya mengatakan bahwa jika kita iri dengan nasib orang lain berarti bukan salah nasib atau takdir tapi lebih ke usaha kita yang kurang maksimal. Yah mungkin kata2nya ga seperti itu tapi intinya seperti lah… dan kalau dipikir-pikir ada benarnya seperti ketika gwa membaca buku Marketing is BullShit ! dimana ada satu pernyataan bahwa hoki itu ditopang oleh 2 pilar yaitu persiapan dan kesempatan.

Mungkin kita akan berpikir bahwa sebuah persiapan masih bisa kita persiapkan sementara sebuah kesempatan itu tidak bisa kita persiapkan dan kita duga. Yah kalau gwa selalu berpikir jika kita selalu melakukan persiapan pasti kesempatan akan selalu mendekati dan tentu saja hoki pun datang. Kenapa begitu ? anggapannya begini saja… kita pengen jadi seorang freelancer yang sukses tapi kita tidak pernah belajar untuk menjadi seorang freelancer… tidak pernah belajar teknologi baru… tidak pernah berusaha mencari-cari project-project freelance. Pada suatu ketika tiba2 ada teman menawari project dan ternyata kita tidak bisa mengerjakannya karena memang kita tidak ada kemampuan untuk mengerjakan itu maka dengan itu hilanglah kesempatan kita dan tentu saja hoki kita hilang.

Andaikan saja waktu itu kita mempersiapkan diri pasti kita dapat mengambil kesempatan itu dan hoki itu tentu datang. Maka sebenarnya semua itu adalah hal yang saling berkaitan. Jadi sebenarnya kita harus selalu berusaha mempersiapkan diri, mengembangkan diri terus menerus dan belajar terus menerus. Suatu hal yang sangat membosankan dan melelahkan tetapi selalu berakhir manis…

Yah perjalanan hidup masing panjang, masih banyak hal yang bisa diraih, dan tentu saja masih banyak potensi diri yang bisa ditingkatkan :D

Lagi pengen update blog !

Yap, setelah sekian lama ga update blog akhirnya hari ini, malam ini, jam ini, menit ini dan detik ini gwa memutuskan untuk update blog. Setelah melewati satu hari yang lumayan sibuk dan kerjaan yang rasanya ga abis2nya akhirnya gwa bisa meluangkan waktu untuk update blog ( sebelum memulai pekerjaan lagi tentunya ).

Dengan ditemani oleh biskuit Good Time yang udah nangkring di sebelah keyboard gwa ( yang entah sudah dari kapan dibeli tapi ga pernah dimakan ) mulailah gwa bercerita tidak jelas ( biar kesannya ga kosong aja dan ga up to date ini blog ). Sebenarnya dari kemarin-kemarin gwa sudah pengen update blog, dari mulai cerita-cerita liburan pas lebaran kemarin yang mengesankan, dimana gwa ketemu temen lama yang diduga dan yang tak terduga ( ketemu aja tiba2 ). Selain itu juga dapat beberapa pelajaran tentang kehidupan juga ( bahasa lebaynya ). Yang penting intinya gwa ternyata banyak belajar dari liburan gwa yang kemarin ( tapi kebanyakan udah lupa sih, lupa di dokumentasikan dalam blog sih hix ).

Padahal liburan kemarin gwa sudah merencanakan untuk meningkatkan skill gwa ( belajar drupal, blueprint, cakephp dan symfony ). Hohohoho tapi apa daya, ternyata makanan, jalan2, tua kang ( bahasanya ii gwa ), bantuin nyokap, jaga toko, jalan2 ke rumah saudara, dan yang paling utama adalah membantu pernikahan cc gwa lebih menarik untuk dikerjakan. Yah, karena alasan kenapa gwa akhirnya pulang pas lebaran dimana harga tiket sedang mahal2nya adalah karena cc gwa married tanggal 26 september 2009 ( selamat cc, i am happy for you dah ! moga2 ga suka marah2 lagi, tapi itu keknya suatu mukjizat ).

Setelah melewati 10 hari liburan di pekanbaru dengan tidak adanya pertambahan skill apa2 ( kecuali dengan adanya motivasi yang gwa rasakan sekarang sudah memudar ) akhirnya gwa kembali ke Jakarta, melewati hari-hari yang penuh tantangan lagi dan penuh kejutan karena ternyata pada hari seninnya gwa diharuskan mentraining orang dengan tidak adanya persiapan apa pun ( untuk ada cc lenny yang siap membantu, sujud2 dah ) dan ketika trainingnya kelar ternyata gwa musti harus pergi ke bandung hari jumat malamnya ( untung gwa cuma training hari Kamis aja jadi hari jumatnya ga gitu capek ).

Jadi jumat malamnya dengan semangat 45 pun gwa berangkat ke bandung ( biarpun hujan menerpa dan pilek melanda ). Malamnya gwa nginap di kos temen gwa ( abang Jasri, wah terima kasih atas tumpangannya abang Jasri ). Tapi ternyata ada yang berbeda dengan sosok abang Jasri sekarang yaitu ternyata sekarang dia merokok dan yang paling mengejutkan adalah TATOOOO !!!! Beh, kalo gwa mah masih pikir 3000x kali untuk punya tato tapi memang masing-masing manusia punya jalan dan nasib sendiri2.

Besoknya, setelah menghabiskan 1 malam berbincang-bincang dengan abang jasri gwa pun berangkat untuk ikut DISC 2009. Keseluruhan acara sih cuma dengerin seminar dan gwa diharuskan mempresentasikan skripsi gwa selama 7 menit… yah 7 menit untuk datang jauh2 dari bandung… tapi lumayan juga gwa dapat flash disk 2 GB gratis hohohoho dan tentu saja cuci mata melihat ce2 bandung… slurp…

Balik dari bandung ternyata kerjaan gwa belum habis dimana gwa harus menyelesaikan website untuk marketing binus dan juga website dikti yang tidak pernah kelar-kelar. Jadi sekarang tugas gwa minggu ini adalah cuma 2 itu, walaupun ternyata masih banyak kerjaan lagi antara lain :

  • Ngurusin IndoKaya
  • Bantuin webnya Agus dan Bahut
  • Ngupdate web team-cars
  • Tentu saja selesaikan web dikti dan web marketing

Diantara itu semua masih ada seminar dan mungkin workshop blackberry minggu depan + ada project baru. Keknya gwa bulan ini harus bekerja sangat keras dan kurangi waktu tidur + nonton Tom and Jerry. Jadi buat Tom and Jerry ku tunggu sebentar ya, gwa mo selesain kerjaan dulu hix.

Hal yang paling menyenangkan dalam membuat sebuah aplikasi

Satu hal yang paling menyenangkan dalam membuat sebuah aplikasi adalah melihat aplikasi yang kita buat digunakan dan ternyata sangat berguna bagi orang banyak. Ketika orang yang menggunakan aplikasi kita mengatakan bagaimana begitu terbantunya mereka dengan aplikasi yang telah kita buat, begitu senangnya mereka menggunakan layanan yang kita berikan, begitu sukanya mereka dengan design website yang kita buat, itu adalah hal-hal yang rasanya tidak ternilaikan. Hal tersebut lebih menyenangkan daripada melihat uang hasil dari pengerjaan website masuk ke rekening kita.

Gwa teringat perkataan seseorang tentang kenapa dia begitu suka akan design dan akan terus belajar design. Pada saat itu dia berkata bahwa yang dia suka dari design adalah saat ketika semua orang mengatakan bahwa designnya bagus dan mengagumi kemampuan yang dia miliki. Saat itu juga gwa merasakan heran sekali dan berpikir “Bisa ya orang suka sesuatu hanya karena dia suka dipuji, gila hormat bener” pikir gwa saat itu.

Tapi sekarang gwa tidak menyalahkan pendapat dia sepenuhnya, tetapi juga tidak membenarkan pendapat dia sepenuhnya. Sekarang gwa suka membuat website dan gwa menikmati saat-saat membuat website, tetapi terkadang gwa merasa sangat jenuh dengan pekerjaan gwa itu. Gwa merasa kemampuan gwa kurang, tempat belajar gwa tidak mendukung, dan waktu yang tersisa semakin sedikit. Tapi di sela-sela kejenuhan itu, melihat orang berkomentar tentang bagaimana senangnya mereka menggunakan aplikasi yang telah kita buat, secara tidak langsung seakan-akan kejenuhan itu hilang dan semangat itu muncul lagi.

Mungkin yang dimaksud akan passion dalam pekerjaan itu sebenarnya bukanlah disaat kita melakukan suatu pekerjaan, tetapi lebih ke impact yang timbulkan dari pekerjaan yang kita lakukan. Yah at least for now I find my way again :) thx everyone for your comments